Menu

Jumat, 08 April 2022

BAB 1 KEBUGARAN JASMANI KELAS X SEMESTER 2

 

BAB I

KEBUGARAN JASMANI

A.    Pengertian kebugaran

Kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang melakukan kerja sehari-hari secara efesien tanpa timbul kelelahan yang berlebihan sehingga masih dapat menikmati waktu luangnya.

Tidak menimbulkan kelelahan maksudnya ialah setelah seseorang melakukan suatu kegiatan atau aktivitas, masih mempunyai cukup semangat dan tenaga untuk menikmati waktu senggangnya dan untuk keperluan-keperluan lainnya yang mendadak.

Jadi apabila orang dalam keadaan segar salah satu aspek pokok yang nampak adalah keadaan penampilan jasmaninya. Dengan demikian seseorang tidak dapat mencapai kesegaran jasmani secaramenyeluruh atau umum tanpa didasari oleh keadaan kesegaran jasmani yang baik.

 

B.     Manfaat latihan kebugaran jasmani

Latihan kondisi fisik memegang peranan yang sangat penting untuk mempertahankan atau meningkatkan derajat kebugaran jasmani. Semakin tinggi derajat kesegaran jasmani seseorang kian tinggi pula kemampuan kerja fisiknya. Dengan kata lain, hasil kerjanyanya kian produktif jika kebugaran jasmaninya kian meningkat. Disamping itu latihan fisik berguna untuk mencegah cidera selama melakukan kegiatan fisik yang berat.

Jika kondisi fisik baik, maka akan terdapat:

1.      Peningkatan dalam kemapuan sistem sirkulasi dan kerja jantung

2.      Peningkatan dalam kekuatan, kelentukan, stamina, kecepatan, dan komponen fisik lainnya

3.      Ekonomis gerakan yanglebih baik pada waktu latihan

4.      Pemulihan yang lebih cepat dalamorgan-organ tubuh setelah latihan

5.      Respon yang cepat dari organisme tubuh kita apabila sewaktu-waktu diperlukan

 

C.       Kebugaran digolongkan:

1.      Kebugaran statis

Kebugara statis adalah keadan seseorang yangbebas dari penyakit  dan cacat. (bisa dikatakan seseorangitu sehat).

2.      Kebugaran dinamis

Kebugaran dinamis adalah kemampuan seseorang bekerja secara efesien yang tidak memerlukan ketrampilan khusus.

3.      Kebugaran motoris

Kebugaran motoris adalah kemampuan seseorang bekerja secara efesien yang menuntut ketrampilan khusus.

 

D.    Tes Pengukuran Kebugaran Jasmani

1.      Kebutuhan tes dan pengukuran kebugaran jasmani

a.       Dalam proses pengukuran dibutuhkan alat pengukur, dengan alat pengukur akan didapatkan data yang merupakan hasil pengukuran.

b.      Ciri khas dari pengukuran adalah adanya hasil yang berbentuk angka atau skor.

c.       Pengukuran merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam proses penilaian.

d.      Penilaian dapat dirumuskan sebagai proses penghargaan yang efektif terhadap tujuan yang akan dicapai.

e.       Dalam pendidikan penilaian mempunyai beberapa variasi.

2.   Fungsi tes dan pengukuran kebugaran jasmani.

a.       Kebugaran jasmani merupakan bagian dari total fitnes

b.      Dalam total fitness terdapat beberapa komponen yaitu:

1)      Anatomical fitness

2)      Physiological fitness

3)      Psychological fitness

 

E.            Penjelasan tentang Physiological fitness

1.      kemampuan untuk melakukan suatu tugas tertentu yang memerlukan otot (menurut Karpovich)

2.      Kesanggupan dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan dengan efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti (menurut Direktorat Jendral O.R dan Pemuda

 

F. Unsur kebugaran jasmani:

1.      Strength (kekuatan)

2.      Power (daya tahan kekuatan dan kecepatan)

3.      Speed (kecepatan)

4.      Flexibility (kelentukan)

5.      Agility (kelincahan)

6.      Endurance (daya tahan)

 

G.    Fungsi Tes Kebugaran Jasmani

1.      Mengukur kemampuan fisik siswa

2.      Menentukan status kondisi fisik siswa

3.      Menilai kemampuan fisik siswa

4.      Mengetahui perkembangan kemampuan fisik siswa

5.      Sebagai bahan untuk memberikan bimbingan dalam meningkatkan kebugaran jasmani.

6.      Sebagai salah satu bahan masukan dalam memberikan nilai penjasorkes

 

H. Tes kebugaran jasmani ini dapat dibedakan menurut kelompok umur, yaitu:

·         Umur 6 – 9 tahun

·         Umur 10 – 12 tahun

·         Umur 13 - 15 tahun

·         Umur 16 – 19 tahun

 

I. Komponen Tes Kebugaran Jasmani

1.      Tujuan

Mengukur kemampuan fisik siswa dan menentukan tingkat kebugaran jasmani siswa

2.  Alat dan fasilitas

a.            Lintasan lari atau lapangan

b.            Stopwacth

c.            Bendera start dan tiang pancang

d.            Nomor punggung/dada

e.   Palang tunggal

f.    Papan berskala ukuran 30 x 150 cm

g.   Serbuk kapur

h.   Penghapus

i.    Frmulir pencatat hasil tes dan alata tulis

3.   Butir-butir tes:

a.            Tes lari cepat 50 m

- Mengukur kecepatan lari seseorang.

b.      Tes gantung angkat tubuh 60 detik (putra) dan gantung siku tekuk (putri)

- Mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan dan bahu.

c.   Tes baring duduk 60 detik

- Mengukur kekuatan dan daya tahan otot perut.

d.   Tes loncat tegak

- Mengukur daya ledak (tenaga eksplosif) otot tungkai.

e.   Tes lari jauh (800 m putri dan 1000 m putra)

- Mengukur daya tahan (cardio respiratory endurance)

4.   Petunjuk Pelaksanaan tes:

1.      Lari 50 meter

a.  Tujuan

 Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan

b.  Alat  dan fasilitas terdiri dari:

1)      Lintasan lurus, datar, rata, tidak licin, berjarak 50meter, dan mempunyai lintasan lanjutan.

2)      Bendera start             

3)      peluit                         

4)      Tiang pancang           

5)       Stopwach

6)      Serbuk kapur dan alat tulis

 c.  Petugas tes

1)      Petugas keberangkatan

2)      Pengukur waktu merangkap pencatat hasil

 d. Pelaksanaan

1)      Sikap permulaan

2)      Peseta berdiri di belakang garis start.

3)      Gerakan:

(a) Pada aba-aba “Siap” peserta mengambil sikap start berdir.

(b) Pada aba-ba “Ya” peserta lari secpmungkin menuju garis finis, menemph jarak 50meter.

(c)  Lari masih bisa diulang apabila:

(1)   Pelari mencuri start

(2)   Pelari tudak melewati garis finish

(3)   Pelari terganggu dengan pelari lain.

   e.  Pencatat hasil

1)      Hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai oleh pelari untuk menempuh jarak  50 meter, dalam satuan waktu detik.

2)      waktu dicatat satu angka di belakang koma.

ISTILAH ISTILAH MATERI AJAR PJOK KELAS 10 SMA/SMK/MA

 

ISTILAH ISTILAH MATERI AJAR PJOK KELAS 10

Backhand : Pukulan dalam permainan bola kecil (bulu tangkis, tenis meja, tenis) dengan posisi lengan membelakangi arah gerakan.

Ball toss : Gerak melempar atau melambungkan bola dengan melepaskan bola ke arah atas dengan tangan.

Base : Tempat hinggap pemain softball setelah memukul bola atau setelah bola dipukul teman satu tim.

Block : Menghalangi gerak lawan atau arah serangan lawan atau arah bola dari serangan lawan.

Bunt : Memukul bola dengan cara menahan laju arah bola pada permainan softball.

Catcher : Penangkap bola dalam permainan softball.

Daya Tahan : Kemampuan kinerja fisik dalam jangka waktu yang lama tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti.

Dropshot : Pukulan pendek dan tidak keras dan dapat mengecoh lawan dan mematikan langkah lawan.

Dribbling : Menggiring bola (sepak bola), memantul-mantulkan bola (basket).

Elakan : Usaha pembelaan yang dilakukan dengan sikap tungkai tidak berpindah tempat atau kembali ke tempat semula.

Finish : Titik atau garis akhir dari gerakan.

Forehand : Pukulan dalam permainan bola kecil (bulu tangkis, tenis meja, tenis) dengan posisi lengan menghadap arah gerakan.

Handstand : Bentuk latihan keseimbangan pada senam dasar dengan posisi badan lurus, kedua tungkai rapat dan lurus ke atas dengan menggunakan kedua lengan sebagai penumpu.

Jump shoot : Menembak bola basket ke arah ring basket diawali dengan gerak melompat ke atas (vertikal).

Lay-up shoot : Memasukkan bola ke arah ring basket dengan menghantarkan bola ke arah ring dalam posisi badan melayang.

Kekuatan : Kemampuan otot-otot mengangkat beban maksimal.

Kelenturan : Kemampuan rentangan otot dan persendian.

Keterampilan gerak : Kemampuan penguasaan gerak cabang olahraga dengan baik.

Kombinasi : Melakukan beberapa keterampilan gerakan dalam satu rangkaian gerak.

Komposisi tubuh : Persentase lemak badan dari berat badan tanpa lemak.

Koordinasi : Melakukan beberapa keterampilan gerakan dengan berbagai cara dalam satu rangkaian gerak.

Kopstand : Bentuk latihan keseimbangan pada senam dasar dengan posisi badan lurus dan kedua tungkai rapat dan lurus ke atas dengan bertumpu pada dahi dan kedua telapak tangan (seperti segi tiga; dua tangan dan dahi).

Kuda-kuda : Posisi tungkai sebagai dasar tumpuan untuk

melakukan sikap dan gerakan bela serong.

Langkah : Perubahan injakan kaki dari satu tempat ke tempat lain, yang dapat dilakukan dengan posisi segaris, tegak lurus, dan serang.

Lob : Pukulan melambung tinggi.

Menolak : Gerakan yang dilakukan dengan tangan tidak jauh dari pusat berat badan, seperti tolak peluru.

Melempar : Gerakan yang dilakukan dengan tangan jauh dari pusat berat badan, seperti lempar cakram, lempar lembing, dan lontar martil.

Passing : Operan terhadap teman main.

Pendidikan Jasmani : Pendidikan secara keseluruhan yang bertujuan meningkatkan individu secara organik, neuromuscular, intelektual dan emosional melalui aktivitas fisik.

Pitcher : Pelempar bola pada permainan softball.

Pukulan swing : Memukul bola dengan gerakan mengayun pada permainan softball.

Senam irama : Gerakan senam yang menekankan pada not dan irama, kelenturan tubuh dalam gerak serta kontinyuitas gerakan.

Servis : Pukulan awal untuk melakukan permainan dan dapat juga dijadikan serangan awal terhadap lawan.

Shooting : Menembak ke arah sasaran, gawang (sepak bola), ke arah ring basket (basket).

Sikap lilin : Bentuk latihan keseimbangan pada senam dasar dengan posisi badan lurus dan kedua tungkai rapat dan lurus ke atas dengan bertumpu pada pundak (seperti posisi lilin berdiri).

Sikap melayang : Bentuk latihan keseimbangan pada senam dasar dengan posisi dan kaki lurus ke belakang sedangkan kedua lengan direntangkan ke samping dan tumpuan menggunakan salah satu kaki.

Sliding : Upaya menyentuh base dengan menjulurkan salah satu tungkai ke depan dan tungkai yang satunya dilipat kebelakang.

Smash : Pukulan yang menukik dan tajam serta mematikan lawan main.

Start : Titik atau garis awal untuk memulai bergerak.

Tangkisan : Usaha pembelaan dalam pencak silat dengan cara mengadakan kontak langsung dengan serangan.

Topspin : Pukulan bola pada bagian atas bola.

Variasi : Melakukan berbagai macam gerakan dalam satu gerak.

Volley : Memainkan bola sebelum menyentuh tanah/lantai.

Kamis, 07 April 2022

Menganalisis Keterampilan Gerak Aktivitas Jalan, Lari, Lompat, Lempar

 Menganalisis Keterampilan Gerak Aktivitas Jalan, Lari, Lompat, Lempar

Atletik adalah salah satu cabang olahraga tertua yang telah dilakukan oleh manusia sejak zaman purba hingga sekarang, karena gerakan – gerakan yang terdapat dalam cabang olahraga atletik seperti berjalan, berlari, melempar, dan melompat adalah gerakan yang dilakukan oleh manusia dalam kehidupannya sehari – hari.

A. Analisis Keterampilan Gerak Jalan

jalan cepat adalah gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah.

Perbedaan Jalan dan Lari

Jalan = sewaktu kita melakukan jalan, badan kita tidak ada saat melayang di udara.

Lari = sewaktu kita melakukan lari, badan kita ada saat melayang di udara.

Yang harus diperhatikan dalam jalan/jalan cepat :

a) Perhatikan togok badannya cenderung lebih condong ke depan atau ke belakang oleh karenanya untuk mempertahankan badan tetap tegak dan pundak jangan terangkat pada waktu lengan mengayun yang berakibat anggota badan bagian atas terasa cepat lelah.

b) Posisi kepala sebagian besar menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.

c) Kaki waktu melangkah lurus ke depan satu garis dengan garis khayal dari badan si pejalan/garis khayal di antara kedua ujung kaki (jari-jari) segaris, tidak ke luar atau ke dalam.

d) Gerakan lengan dan bahu lengan mengayun dari muka ke belakang dan siku ditekuk tidak kurang dari sembilan puluh derajat kondisi ini dipertahankan dengan tidak mengganggu keseimbangan serta mengayun rileks.

Analisis Keterampilan gerak olahraga jalan cepat

 tahap-tahap keterampilan teknik yang digunakan pada jalan cepat:

a) Fase Tumpuan dua kaki terjadi pada suatu saat yang sangat pendek pada saat kedua kaki berada/ menyentuh tanah.

b) Fase Tarikan dilakukan oleh kaki depan akibat dari kerja tumit dan inersia dari titik gravitasi badan.

c) Fase Relaksasi adalah fase tengah antara selesainya fase tarikan dan awal dari fase dorongan kaki.

d) Fase Dorongan apabila fase terdahulu selesai dan bila titik pusat gravitasi badan mengambil alih kaki tumpu, kaki yang baru saja menyelesaikan gerak tarikan mulai mengambil alih gerak dorongan.

B. Analisis Keterampilan Gerak Lari

1. Analisis keterampilan gerak Lari jarak Pendek

Lari jarak pendek adalah berlari dengan kecepatan penuh sepanjang jarak yang harus ditempuh, atau sampai jarak yang telah ditentukan. Lari jarak pendek terdiri dari lari 100 m, 200 m, 400 m.

a. Analisis Gerak Start jongkok

1) Posisi “ BERSEDIA” pelari telah siap di start blok dan mengambil sikap/posisi awal.

Tujuan : mengambil sikap start posisi-awal yang layak.

2) Posisi “ SIAAAP “  pelari telah bergerak ke suatu posisi start yang optimal.

Tujuan : untuk bergerak masuk ke posisi start yang optimal dan dipertahankan.

3) Phase Saat aba-aba “YAA” atau bunyi pistol. pelari meninggalkan start-blok dan melakukan/membuat langkah pertama lari.

Tujuan : untuk meninggalkan start-blok dan untuk mempersiapkan pembuatan langkah lari pertama.

4) Phase Lari percepatan/akselerasi menambah kecepatan lari dan membuat/melakukan transisi ke gerakan berlari.

Tujuan : untuk menambah kecepatan dan membuat gerakan transisi yang efsien ke gerakan lari.

Kesalahan yang sering terjadi ketika start jongkok lari jarak pendek adalah sikap badan kaku, cara ayunan tangan/kaki yang kurang pas, badan kurang condong ke depan, pinggang kurang tinggi atau terlalu rendah, kaki ayun maupun tumpu lurus semua atau ditekuk semua, dan tidak diikuti gerak lanjut.

b. Analisis Gerak Lari

Tiap langkah terdiri dari suatu phase topang (yang dapat dirinci menjadi satu phase topang depan dan satu phase-dorong) dan suatu phase layang (yang dirinci menjadi phase-ayun-depan dan satu phase pemulihan).

1) Phase Topang Depan dan Dorong (drive)

Tujuan : untuk memperkecil hambatan saat sentuh-tanah dan untuk memaksimalkan dorongan ke depan.

2) Phase Layang

Tujuan : Untuk memaksimalkan dorongan ke depan dan untuk mempersiapkan suatu penempatan kaki yang efektif saat sentuh-tanah.

3) Gerakan langkah kaki

a) Langkah kaki panjang dan dilakukan secepat mungkin.

b) Ayunan lengan dilakukan dari belakang ke depan secara berganti-ganti dengan siku sedikit dibengkokkan.

c) Posisi badan condong ke depan secara wajar, serta otot sekitar leher dan rahang tetap rileks dengan kepala dan punggung dalam posisi segaris.

Kesalahan yang sering terjadi ketika lari jarak pendek adalah sikap badan kaku, cara ayunan tangan/kaki yang kurang pas, badan kurang condong ke depan, menapak sampai telapak kaki dan tumit, kaki ayun maupun tumpu kurang konstan gerakannya, dan tidak diikuti gerak lanjut.

c. Analisis Gerak Memasuki Garis Finish

Teknik memasuki garis fnish : Membusungkan dada ke depan, Menjatuhkan salah satu bahu ke depan bawah, saat masih dalam posisi lari.

Kesalahan : sikap badan kaku, cara ayunan tangan/kaki yang kurang pas, badan kurang condong ke depan, meloncat, mengurangi kecepatan, tangan berusaha meraih pita, dan tidak diikuti gerak lanjut.

2. Analisis keterampilan gerak Lari jarak Menengah

a. Lari jarak menengah

lari jarak menengah ( 800 m, 1500 m, dan 3000 m ) sedikit berbeda dengan gerakan lari jarak pendek (sprint).

Dalam lari jarak menengah, pelaksanaan startnya dilakukan dengan menggunakan start berdiri, yang aba-abanya hanya “bersedia” dan “ya”.

b. Analisis Keterampilan gerak start berdiri lari jarak menengah

Teknik start yang umum digunakan oleh pelari jarak menengah adalah start berdiri.

Kesalahan yang sering terjadi ketika start berdiri lari jarak menengah adalah sikap badan kaku, cara ayunan tangan/kaki yang kurang pas, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

c. Analisis Keterampilan gerak lari jarak menengah

Gerakan teknik lari jarak menengah pada dasarnya sama atau hampir sama dengan gerakan teknik lari jarak pendek. Namun, pada lari jarak menengah, pelari pada waktu berlari harus mampu berlari cepat dan lebih lama.

Kesalahan yang sering terjadi ketika teknik lari jarak menengah adalah sikap badan kaku, cara ayunan tangan/kaki yang kurang pas, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

d. Analisis Keterampilan gerak memasuki garis fnish lari jarak menengah

a) Lari terus tanpa mengubah sikap lari.

b) Dada maju, kedua tangan lurus ke belakang rileks.

c) Salah satu bahu maju ke depan (dada diputar ke salah satu sisi).

d) Kepala ditundukkan, kedua tangan di ayun ke belakang

e) Membusungkan dada ke depan, saat menjelang garis fnish.

f) Frekuensi kaki dipercepat, langkah diperlebar.

g) Jangan melakukan gerakan melompat pada saat memasuki garis fnish.

h) Perhatian dipusatkan pada garis fnish.

i) Apabila ada pita fnish jangan berusaha meraih dengan tangan.

j) Jangan berhenti mendadak setelah melewati garis fnish.

k) Susunlah rencana perbaikan dari aktivitas yang baru saja dilakukan baik sendiri, bersama teman atau guru untuk perbaikan aktivitas gerakan yang akan datang sesuai ketentuan gerakan yang ada.

Kesalahan yang sering terjadi ketika memasuki garis fnish lari jarak menengah adalah sikap badan kaku, memperlambat kecepatan, meloncat, tangan berusaha meraih pita garis fnish, cara ayunan tangan/kaki yang kurang pas, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

C. Analisis Keterampilan Gerak Lompat

1. Analisis Keterampilan Gerak Lompat Jauh

Melompat adalah gerakan-gerakan yang sering kita lakukan setiap hari. Baik itu lompat jauh maupun lompat tinggi untuk jarak yang sempit/rendah maupun melompat untuk jarak yang lebar/tinggi.

a. Olahraga atletik Lompat Jauh

Tujuan lompat jauh adalah melompat sejauh-jauhnya.

Lompat jauh biasanya membutuhkan fasilitas seperti bak lompat jauh berisi pasir, lintasan lari, papan tolakan, dan tempat pendaratan. Lintasan untuk lari awalan panjang 30-40 m dan lebar 1,22 m harus rata serta tidak licin. Panjang papan tolakan 1,22 m, lebar 20 cm, dan tebal 10 cm.

b. Analisis Keterampilan gerak lompat jauh

a) Tahap Awalan : Berdiri pada jarak 30 - 40 m dari papan tolakan/bak pasir, Berlari cepat mulai dari awal hingga pada saat langkah-langkah akhir, gerakan langkah diperpanjang tanpa mengurangi kecepatan lari untuk persiapan melakukan tolakan.

Kesalahan ketika lari awalan lompat jauh adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork yang kurang pas, tergesa[1]gesa, lari tidak dengan kecepatan maksimal, lari belok-belok, mengubah kecepatan lari, menjelang balok tumpuan kecepatan dikurangi, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

b) Tahap Tolakan : Tolakan harus dilakukan tepat pada papan tolakan, Tumpuan tolakan menggunakan kaki yang terkuat, Kedua lengan diayunkan ke depan, dan Pandangan mengarah pada tempat pendaratan dalam tolakan.

Kesalahan,  sikap badan kaku, langkah kaki/footwork yang kurang pas, tergesa-gesa, menumpu melebihi balok tumpu, menumpu dengan dua kaki, menumpu tidak dengan kaki yang terkuat, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

c) Tahap sikap saat melayang di udara :

(1) Gaya jongkok

(a) Posisi badan jongkok agak sedikit ke depan dan pandangan ke tempat pendaratan.

(b) Kedua lengan lurus ke depan, sejajar dengan bahu dan siku sedikit dibengkokkan.

(c) Kedua tungkai dalam posisi menggantung, lutut ditekuk dan telapak kaki menghadap bawah.

Kesalahan. sikap badan kaku, langkah kaki/footwork kurang pas, tergesa-gesa, melayang terlalu tinggi, gayanya tidak jelas, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

(2) Gaya menggantung (hang style)

(a) Pandangan ke arah pendaratan.

(b) Kedua lengan mengarah ke atas.

(c) Kedua kaki dalam sikap menggantung.

kesalahan. sikap badan kaku, langkah kaki/footwork kurang pas, tergesa-gesa, melayang terlalu tinggi, gayanya tidak jelas, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

(3) Gaya berjalan di udara

(a) Tolakan yang kuat dan dinamis setelah tolakan kaki ayun dibawa ke depan, ke bawah, dan ke belakang.

(b) Kaki tolak membuat gerak yang berlawanan ke depan

(c) Langkah jalan yang khas.

(d) Lengan kiri mengikuti irama kebalikannya dengan gerak kaki sebagai persiapan.

(e) Kaki ayun, dibawa ke belakang, kaki ditekuk hingga hampir menyentuh pantat kemudian berayun ke depan mendekati kaki lainnya.

(f) Kaki bagian bawah diangkat untuk dapat mendarat secara bersama-sama.

kesalahan. sikap badan kaku, langkah kaki/footwork kurang pas, tergesa-gesa, melayang terlalu tinggi, gayanya tidak jelas, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

d) Tahap Mendarat

(1) Kedua kaki diluruskan ke depan rapat, lutut agak ditekuk, dan telapak kaki mengarah ke pendaratan.

(2) Posisi badan dibawa ke depan, dan pandangan ke tempat pendaratan.

(3) Kedua lengan lurus ke depan dengan lutut agak dibengkokkan.

(4) Kedua kaki mendarat secara bersamaan dalam posisi seimbang dan mengeper.

kesalahan. sikap badan kaku, langkah kaki/footwork yang kurang pas, tergesa-gesa, mendarat tidak dengan dua kaki, badan tidak terdorong ke depan setelah mendarat, setelah mendarat kembali ke balok tumpu melewati bak pasir, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

2. Analisis Keterampilan Gerak Lompat Tinggi

Melompat adalah gerakan-gerakan yang sering kita lakukan setiap hari. Baik itu lompat jauh maupun lompat tinggi untuk jarak yang sempit/rendah maupun melompat untuk jarak yang lebar/tinggi.

a. Mengenal aktivitas olahraga atletik lompat tinggi

Tujuan lompat tinggi adalah melompat setinggi-tingginya dengan menggunakan cara yang benar. Alat dan perlengkapan nomor lompat tinggi adalah lintasan awalan, mistar, tiang lompat, dan tempat mendarat/matras/kasur tebal/spon. Lintasan awalan lari panjangnya minimal 15 m, harus rata dan tidak licin. Mistar dapat dibuat dari kayu, metal atau fber yang berbentuk bulat atau segitiga dan berdiameter minimal 25 mm - 30 mm dengan permukaan datar atau rata. Kedua ujung berguna untuk meletakkan pada tiang penopang. Panjang mistar minimal 3,64 m dan maksimal 10 m. Beratnya minimal 2,2 kg. Kedua tiang yang digunakan untuk penopang mistar harus kuat dan kukuh serta cukup tinggi dan dapat digunakan untuk mistar dengan jarak 5-10 cm. Tempat mendarat berukuran 4 x 5 m dan dapat ditutup dengan matras atau karet busa sebagai alas pendaratan.

b. Analisa Keterampilan gerak lompat tinggi

1) Melakukan teknik lompat tinggi

Ada beberapa gaya lompat tinggi, yaitu gaya berguling, gaya telentang/fop, dan gaya gunting. Ketiga gaya itu memiliki gerakan yang sama, tetapi berbeda pada saat tubuh berada di atas mistar.

a) Tahap Awalan (ancang-ancang) adalah lari dengan langkah ganjil 7, 9, dan 15. Langkah-langkah itu harus aktif dan terkontrol. Tujuan awalan adalah untuk membentuk kecepatan optimum dan menempatkan badan siap untuk bertumpu/bertolak.

Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan lari awalan lompat tinggi adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork kurang pas, tergesa-gesa, lari terlalu cepat, awalan terlalu jauh atau dekat, menumpu tidak dengan kaki terkuat, menumpu dengan dua kaki, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

b) Tahap Persiapan, Pada langkah-langkah terakhir titik pusat badan (centre of grafty) direndahkan dengan pembengkokan kaki dalam-dalam langkah panjang dengan lincah dan pasti. Kaki yang dibengkokkan pada langkah sebelum terakhir memungkinkan gerak maju kaki tolak.

kesalahan, sikap badan kaku, langkah kaki/footwork kurang pas, tergesa-gesa, masih bingung menempatkan kaki ayun dan kaki tumpu, awalan terlalu jauh, menumpu tidak dengan kaki terkuat, menumpu dengan dua kaki, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

c) Tahap Tolakan kaki, Kaki tolak didorong kuat ke depan dengan mengajukan pinggang.

kesalahan, sikap badan kaku, langkah kaki/footwork kurang pas, tergesa-gesa, menumpu tidak dengan kaki terkuat, menumpu dengan dua kaki, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

d) Tahap melayang di atas mistar. kaki depan sedikit dibengkokkan dan mulailah gerak penutupan (draping action) dengan lengan bahu, dan kepala bersama-sama menukik saat memutar pinggang dan kaki penolak dibuka ke belakang dan ke atas berikut gerakan melayang di atas mistar dengan menggunakan gaya guling (straddle)

kesalahan, sikap badan kaku, langkah kaki/footwork kurang pas, tergesa-gesa, kaki belakang tidak segera diangkat setelah kaki depan melewati mistar, tangan menyentuh mistar, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

e) Tahap Pendaratan, dimulai pada sisi kanan tubuh mengguling dengan bahu.

Tujuannya adalah untuk menghindari cidera. Pendaratan dilakukan pada sisi tubuh dan mengguling terhadap bahu.

kesalahan, sikap badan kaku, tergesa-gesa, kaki belakang tidak diangkat tinggi sehingga bisa menyentuh mistar, mendarat dengan tangan, dan tidak ada gerak lanjutannya.

D. Analisis Keterampilan Gerak Lempar

1. Analisis Keterampilan Gerak Lempar Lembing

Lempar lembing adalah salah satu nomor lempar dalam cabang olahraga atletik. Tujuan lempar lembing adalah mengukur hasil lemparan sejauh mungkin sesuai tatacara tertentu.

Gerak Lempar lembing dirinci menjadi tahap-tahap berikut ini :

a. Cara memegang lembing

 Cara memegang lembing pada pegangannya agar dapat memegang dengan kuat dan nyaman.

b. Cara membawa lembing

 Cara membawa lembing ketika sikap siap akan melempar lembing.

c. Lari ancang – ancang

 Dalam tahap ancang-ancang, pelempar dan lembing dalam gerakan dipercepat/akselerasi.

d. Lima langkah berirama

 Dalam tahap gerak ‘5 langkah berirama’ pelempar dalam gerakan dipercepat lebih lanjut dan pelempar mempersiapkan tahap pelepasan lembing.

e. Melepas lemparan ( adalah bagian dari 5 langkah berirama )

 Dalam tahap pelepasan lembing dihasilkan kecepatan tambahan dan ditransfer kepada lembing sebelum dilepaskan.

f. Pemulihan (recovery)

 Dalam tahap pemulihan, pelempar menahan dan menghindari berbuat kesalahan.

2. Analisis Keterampilan Gerak Lempar Cakram

Lempar cakram adalah salah satu cabang olahraga atletik. Tujuan lempar cakram adalah mengukur hasil lemparan sejauh mungkin sesuai tatacara tertentu.

Secara umum gerakan lempar cakram terbagi dalam lima tahap :

a. Analisis Cara Memegang Cakram, Cakram dipegang dengan empat jari terbuka, ruas-ruas ujung jari menekuk menutupi pinggiran cakram, sedangkan ibu jari letaknya bebas pada cakram. atau Cakram dipegang dengan empat jari, jari telunjuk dan tengah dirapatkan, ruas-ruas ujung jari menekuk pinggiran cakram, sedang ibu jari letaknya bebas pada cakram.

Tujuan : Memegang cakram kokoh-kuat untuk gerak percepatan dan menanamkan gerak rotasi yang benar pada saat cakram dilepaskan.

Kesalahan yang sering terjadi ketika memegang cakram adalah tidak memegang dengan cara yang baik dan nyaman, pegangan kurang kuat, dan tidak diikuti gerak lanjut.

b. Analisis Sikap Awalan

1) Phase Ayunan, gerakan dimulai dan si pelempar bergerak masuk ke posisi untuk memutar.

Tujuan : Untuk mempersiapkan gerakan putar dengan memutar dan untuk memberi pra-tegangan pada badan, bahu dan lengan.

Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan ayunan cakram adalah tidak mengayun dengan cara yang benar dan baik, pegangan kurang kuat, dan tidak diikuti gerak lanjut.

2) Phase Memutar, Dalam tahap memutar, gerakan-gerakan dipercepat dan badan bagian bawah berputar mendahului bagian atas badan, menghasilkan pra-tegangan.

Tujuan: Untuk mempercepat gerakan pelempar dan cakram dan untuk mempersiapkan untuk bagian yang tanpa pendukung.

Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan phase memutar cakram adalah tidak memutar dengan cara yang benar dan baik, pegangan kurang kuat, dan tidak diikuti gerak lanjut.

c. Analisis Gerakan Lempar

Dalam tahap melepas cakram diperoleh tambahan kecepatan dan yang dipindahkan ke cakram sebelum dilepaskan.

Tujuan: Untuk memelihara momentum dan memulai gerak percepatan akhir cakram.

d. Analisis Sikap Akhir

Dalam tahap pemulihan, si pelempar menahan dan menghindari perbuatan pelanggaran.

Tujuan: Untuk menyeimbangkan pelempar dan mencegah perbuatan kesalahan.

Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan phase pemulihan lempar cakram adalah tidak memutar dengan cara yang benar dan baik, pegangan kurang kuat, tidak bisa menjaga keseimbangan, dan tidak diikuti gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari phase pemulihan lempar cakram tersebut.

3. Analisis Keterampilan Gerak Tolak Peluru

a. Mengenal aktivitas olahraga atletik tolak peluru

- Peluru dipegang dengan satu tangan dan dipindahkan ke tangan yang lain.

- Peluru dipegang dengan tangan kanan dan diletakkan di bahu dengan cara yang benar.

- Peluru dipegang oleh tangan dengan sikap berdiri agak membungkuk, kemudian kedua tangan yang memegang peluru diayunkan ke arah belakang dan peluru digelindingkan ke depan.

Kesalahan yang sering terjadi ketika pengenalan tolak peluru adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork kurang pas, memegang peluru kurang hati-hati, masih ada gerakan melempar peluru, tergesa-gesa, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

Cara memegang peluru

Peluru diletakkan pada ujung telapak tangan. Jari-jari tangan terbuka menutupi peluru, ibujari tangan menjaga peluru agar tidak tergelincir ke dalam, dan kelingking menjaga peluru agar tidak tergelincir keluar.

Kesalahan yang sering terjadi ketika memegang peluru adalah sikap badan kaku, langkah kaki/footwork kurang pas, memegang peluru kurang hati-hati, masih ada gerakan melempar peluru, tergesa-gesa, kaki/badan kurang rileks dan seimbang, dan tidak diikuti gerak lanjut.

Cara menempatkan peluru pada bahu

Sebuah peluru yang sudah dipegang ditempatkan di antara tulang selangka dengan rahang bagian bawah. Peluru bagian atas sedikit menempel tulang rahang bawah.

b. Analisa Keterampilan gerak tolak peluru gaya menyamping

Pada dasarnya ada dua gaya tolak peluru yang dikategorikan keterampilan gerak dalam tolak peluru, yaitu gaya menyamping dan membelakangi/gaya O’Brian. Tujuan tolak peluru adalah menolakkan peluru sejauh-jauhnya ke depan dengan menggunakan satu tangan.

c. Analisa Keterampilan gerak tolak peluru gaya membelakangi/gaya O’Brian

awalan dengan membelakangi arah tolakan, kemudian membungkukkan badan ke depan dan bertumpu pada kaki kanan dan lutut ditekuk, kaki kiri diangkat lurus menuju arah tolakan.

Kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan tolak peluru gaya membelakangi adalah sikap badan kaku, footwork lambat, tergesa-gesa, peluru tidak pada pangkal bahu, ada gerakan melempar peluru, dan tidak ada gerak lanjutannya.

 

Rabu, 23 Maret 2022

ISTILAH-ISTILAH PEMBELAJARAN PENJAS KELAS 11 SMA/SMK/MA

 

ISTILAH-ISTILAH PEMBELAJARAN PENJAS KELAS 11 SMA/SMK/MA

aktivitas ritmik rangkaian gerak manusia yang dilakukan dalam ikatan pola irama, disesuaikan dengan perubahan tempo, atau semata-mata gerak ekspresi tubuh mengikuti iringan musik.

atletik pertandingan, perlombaan, pergulatan, atau perjuangan. orang yang melakukannya dinamakan “athleta(atlet).

back stroke saving action suatu aksi penyelamatan korban tenggelam dengan cara berenang terlentang menggunakan kaki gaya dada.

backward roll guling ke belakang.

base tempat hinggap pada permainan sofball

bench press latihan daya tahan otot dengan cara berbaring di atas bangku sementara beban berada di atas dada.

berdiri dengan tangan sikap tegak dengan bertumpu pada kedua tangan atau tegak atas kedua tangan dengan siku-siku lurus, kedua kaki rapat dan lurus ke atas.

block aktif pada saat melakukan block tangan pemain digerakkan dengan kuat dan lengan dekat sekali dengan net.

block out gerakan yang dilakukan dengan tujuan untuk menutup pergerakan lawan.

block adalah teknik memukul bola dengan gerakan menghentikan atau membendung bola dengan sikap bet tertutup.

block merupakan benteng pertahanan yang utama untuk menahan serangan lawan.

bolabasket olahraga yang dimainkan oleh dua regu yang saling memasukkan bola ke keranjang lawan dengan tangan.

bolavoli suatu cabang olahraga berbentuk mem-volley bola di udara hilir mudik di atas jaring atau net, dengan maksud dapat menjatuhkan bola di dalam petak lapangan lawan untuk mencari kemenangan dalam bermain

bulutangkis cabang olahraga yang termasuk ke dalam kelompok olahraga permainan. permainan bulutangkis dapat dimainkan di dalam maupun diluar lapangan, di atas lapangan yang dibatasi dengan garis-garis dalam ukuran panjang dan lebar tertentu.

cara memegang raket suatu cara untuk menerima dan mengembalikan segala macam pukulan dengan mudah dan bebas.

catcher penjaga belakang dalam permainan sofball

cedera cacat atau luka sedikit akibat olahraga atau kecelakaan

center pemain basket yang bertugas membendung tembakan lawan, melakukan rebound, dan menjadi sasaran operan teman seregu ketika berada di daerah pertahanan lawan.

chop teknik memukul bola dengan gerakan seperti menebang pohon dengan kapak atau disebut juga gerakan membacok.

circuit training salah satu bentuk latihan yang lazim digunakan untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani.

cross pukulan menyilang.

cross step langkah silang persiapan melempar pada lempar lembing atau proses peralihan.

daya tahan kemampuan bertahan terhadap segala pengaruh dari luar yang dapat merugikan

double permainan ganda pada bulutangkis.

double play pemain ganda

drive pukulan yang dilakukan dengan menerbangkan shuttlecock secara mendatar, ke-tinggiannya menyusur di atas net dan penerbangannya sejajar dengan lantai.

dropshot pukulan irisan yang membuat bola jatuh di belakang net dengan hampir tidak memantul.

elakan usaha pembelaan yang dilakukan dengan sikap kaki yang tidak berpindah tempat atau kembali ke tempat semula.

estafet biasanya diterapkan pada bidang olahraga lari atau renang. lomba beregu dengan cara pembagian jarak tempuh di antara para peserta, pada akhir bagiannya masing-masing menyerahkan benda (misalnya tongkat) pada peserta berikutnya.

fartlek latihan yang dilakukan di alam terbuka dengan suasana alam yang tidak membosankan.

fba federation international de basketball amateur

ffa federation international de football assosiation

fg federation internationale de gymnastiqua

fna federation international nation amateur

feksibilitas kelentukan.

foating service jenis servis dimana jalannya bola tidak mengandung putaran (bola bergerak mengapung atau mengambang).

formasi susunan atau barisan sebagai pola penyerangan atau pertahanan

forward pemain basket yang bertugas menyusup ke pertahanan lawan.

forward roll guling ke depan.

gerak tipu dengan bola tekniknya adalah seperti gerak tipu badan (gerak tipu tanpa bola), namun menggunakan bola.

gizi zat makanan pokok yang diperlukan bagi pertumbuhan

glove sarung tangan tebal dan terbuat dari kulit

grip teknik memegang raket.

guard pemain basket yang berfungsi menjaga daerah belakang.

guling belakang menggulingkan badan ke belakang, dimana posisi badan tetap harus membulat, yaitu kaki dilipat, lutut tetap melekat di dada, kepala ditundukkan sampai dagu melekat di dada.

guling ke depan berguling ke depan atas bagian belakang badan (tengkuk, punggung, pinggang dan panggul bagian belakang).

guling lenting suatu gerakan melenting badan ke atas-depan yang disebabkan oleh lemparan kedua kaki dan tolakan kedua tangan.

hand stand gerak senam lantai dengan berdiri menggunakan tangan.

handspring gerak melentingkan tangan dan badan, diawali gerak menumpu dengan kedua tangan, melemparkan kaki dan melentingkan tangan dan badan sehingga terlempar hingga posisi mendarat dengan kedua kaki.

hindaran suatu usaha pembelaan dengan cara memindahkan bagianbagian badan yang menjadi sasaran serangan, dengan melangkah atau memindahkan kaki.

hop step langkah jingkat.

iaaf nternational athletic amateur federation

ibf international badminton federation

infeksi terkena/ketularan penyakit, peradangan.

ittf international table tennis federation

ivbf nternational volley ball federation

jump shot salah satu variasi teknik tembakan dalam permainan bola basket.

kangkang celah di antara pangkal kedua paha; jarak antara kaki yang terbuka

kebugaran hal tentang sehat dan segar

kebugaran jasmani kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian (adaptasi) terhadap pembebasan fsik yang diberikan kepadanya (dari kerja yang dilakukan sehari-hari) tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan yang berarti.

kecepatan kemampuan untuk menempuh suatu jarak dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

kekuatan perihal kuat, tentang tenaga kekuatan otot komponen yang sangat penting untuk meningkatkan kondisi fsik secara keseluruhan.

kekuatan kemampuan otot untuk melakukan kontraksi guna membangkitkan ketegangan terhadap suatu tahanan.

kelenturan keleluasaan atau kemudahan gerakan, terutama pada otot-otot persendian

kelincahan sifat-sifat lincah

kuda-kuda posisi kaki tertentu, sebagai dasar tumpuan untuk melakukan sikap dan gerakan bela-serang.

lari jarak pendek (sprint) suatu cara lari dimana pelari harus menempuh jarak tertentu (100 m, 200 m, dan 400 m) dengan kecepatan semaksimal mungkin.

lari estafet lari sambung atau lari berantai.

latihan bermain kegiatan yang diambil dari bagian-bagian kecil dalam situasi permainan atau pertandingan.

lay up tembakan yang dilakukan dalam jarak dekat dari ring dan didahului dengan gerakan dua langkah.

lemparan ke dalam lemparan yang terjadi apabila saat permainan sepak bola sedang berlangsung, bola keluar meninggalkan lapangan permainan dari daerah sisi lapangan.

lenting mengenyal seperti karet

lintasan jalan yang dilintasi atau dilalui (ambil contoh lintasan lari dan renang)

lob pukulan melengkung ke atas, bola jatuh pada bagian belakang bidang permainan.

melempar mengoper bola dan menangkap berarti menerima bola melempar bola ke dalam dilakukan apabila bola keluar melalui garis samping lapangan permainan

meluncur gerak perpindahan tubuh dengan bergerak maju ke depan dan posisi tubuh lurus ke depan.

memukul bola salah satu teknik dalam permainan kasti yang dilakukan oleh regu penyerang dengan melakukan pukulan terhadap bola yang dilemparkan oleh pelambung.

menangkap bola lambung suatu usaha dari pemain untuk dapat menguasai bola dengan glove terhadap bola yang melambung (fy ball), baik dari hasil pukulan ataupun lemparan bola dari teman.

menangkap bola suatu usaha yang dilakukan oleh pemain untuk dapat menguasai bola dengan tangan dan hasil pukulan ataupun lemparan teman.

menggiring bola salah satu cara yang diperbolehkan oleh peraturan untuk membawa lari bola ke segala arah.

menyundul bola dilakukan dengan sikap berdiri dengan kaki tetap di atas tanah atau sambil melompat ke udara.

obesitas penumpukan lemak yang berlebihan di dalam badan (kegemukan yang berlebihan)

p3k pertolongan pertama pada kecelakaan

pasi persatuan atletik seluruh indonesia

passing permainan bolavoli mengoperkan bola kepada teman seregunya dengan teknik tertentu, sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan kepada regu lawan.

pbsi persatuan bulutangkis seluruh indonesia

pbvsi persatuan bolavoli seluruh indonesia

pencak gerak dasar beladiri yang terikat pada peraturan dan digunakan dalam belajar, latihan dan pertunjukan.

perbasi persatuan bolabasket seluruh indonesia

pergerakan tubuh proses atau cara memainkan gerakan tubuh

persani persatuan senam indonesia

physical ftness kesanggupan dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan dengan efsien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti.

prsi persatuan renang seluruh indonesia

psikologis bersifat kejiwaan

pssi persatuan sepak bola seluruh indonesia

ptmsi persatuan tenis meja seluruh indonesia

pukulan drive panjang pukulan drive yang dihasilkan dengan mengarahkan shuttlecock ke daerah belakang lapangan lawan dan gunanya untuk mendesak posisi lawan agar tertekan ke belakang.

pukulan dropshot pukulan yang tepat melampaui jaring, dan langsung jatuh ke sisi lapangan lawan.

pukulan lob suatu pukulan dalam permainan bulutangkis yang dilakukan dengan tujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis lapangan.

pukulan net pukulan pendek yang dilakukan di depan net dan diarahkan ke depan net di daerah lawan.

pukulan smash salah satu pukulan yang sering menghasilkan nilai secara langsung.

push teknik memukul bola dengan gerakan mendorong dan sikap bet terbuka.

push biasanya digunakan untuk mengembalikan pukulan-pukulan push itu sendiri dan pukulan-pukulan chop.

rebound istilah di mana seorang pemain menangkap atau mendapatkan bola pantul yang tidak berhasil masuk yang ditembakkan oleh pemain lain.

receiver penerima bola.

recovery kesembuhan (sembuhnya); penemuan kembali

renang gaya bebas gaya yang dilakukan perenang selain dari gaya dada, gaya kupu-kupu, gaya punggung dan sewaktu berenang sudah sampai ujung kolam (berbalik), perenang bisa menyentuh dinding kolam dengan apa saja dari badan perenang.

reposisi pengaturan kembali posisi.

rjp suatu cara penyelamatan korban yang kehilangan napas dan denyut nadi.

sangga serangan dengan satu atau dua telapak tangan terbuka dengan perkenaan sisi telapak tangan pada pencak silat.

screen gerakan pemain penyerang untuk membebaskan teman dari penjagaan lawan.

senam alat senam dengan gerakan dan disertai alat bantu senam artistic sebagai senam yang menggabungkan aspek tumbling dan akrobatik untuk mendapatkan efekefek artistik dari gerakan-gerakan yang dilakukan pada alat-alat.

senam irama senam dengan gerakan yang mengikuti irama lagu

senam lantai satu dari rumpun senam. sesuai dengan istilah lantai, maka gerakan-gerakan/bentuk latihannya dilakukan di lantai.

senam ritmik gerakan senam yang dilakukan dalam irama musik, atau latihan bebas yang dilakukan secara berirama.

senam salah satu cabang olahraga yang mengandalkan aktivitas tertentu baik sebagai olahraga sendiri maupun untuk cabang olahraga lain.

sepakbola suatu permainan yang dilakukan dengan jalan menyepak bola kian-kemari untuk diperebutkan di antara pemain-pemain, yang mempunyai tujuan untuk memasukkan bola ke gawang lawan dan mempertahankan gawang tersebut agar tidak kemasukkan bola.

server penerima servis.

service teknik memukul bola untuk menyajikan bola pertama ke dalam permainan dengan cara memantulkan terlebih dahulu bola tersebut ke meja (tenis meja) penyaji, kemudian dipukul, dan bola harus melewati atas net dan akhirny memantul di meja lawan.

servis pukulan permulaan untuk memainkan bola (dalam permainan bola voli, tenis, tenis meja dan bulu tangkis)

servis tangan bawah servis yang sangat sederhana dan diajarkan terutama untuk pemain pemula. gerakannya lebih alamiah dan tenaga yang dibutuhkan tidak terlalu besar.

sikap cara berdiri, kuda-kuda dalam olahraga beladiri

sikap pasang suatu sikap siaga untuk melakukan pembelaan atau serangan yang berpola dan dilakukan pada awal serta akhir dari rangkaian gerak.

sit up olahraga untuk kekuatan otot perut

smash pukulan dengan sangat keras dan menukik ke bawah

start melayang start yang dilakukan dari posisi berlari.

strategi rencana yang dengan cermat mengenal kegiatan untuk mencapai sasaran khusus

stress gangguan/kekacauan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor luar, ketegangan

taktik rencana atau tindakan yang bersistem untuk mencapai tujuan

teknik non-visual penerimaan tongkat dengan cara tidak melihat.

teknik visual penerimaan tongkat dengan cara melihat.

tendangan bebas tendangan yang dilakukan bebas oleh pemain tanpa gangguan pemain lawan.

tendangan penalti tendangan yang diberikan jika pemain lawan bertahan melakukan pelanggaran di kotak pinalti.

tenismeja cabang olahraga yang dimainkan di dalam gedung (indoor game) oleh dua pemain atau empat pemain. cara memainkannya dengan menggunakan raket yang dilapisi karet untuk memukul bola celluloid melewati jaring yang tergantung di atas meja yang dikaitkan pada dua tiang jarring.

tigersprong gerak senam menyerupai loncat harimau.

tujuan permainan bolabasket memasukkan bola ke keranjang lawan dan menjaga keranjang sendiri agar tidak kemasukkan bola.

tujuan permainan sepak bola memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke gawang lawan, oleh karena itu, regu yang paling banyak memasukkan bola adalah regu pemenangnya.

tusukan serangan pada pencak silat menggunakan jari tangan dengan posisi jari merapat.

virus mikroorganisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop biasa, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron, merupakan penyebab dan penular penyakit.

wasit pemimpin dalam sebuah pertandingan

zone defence strategi pertahanan pada sepakbola dimana pemain bertahan menjaga daerah pertahanan yang telah ditentukan oleh pelatih.

Kamis, 10 Maret 2022

KISI KISI SOAL UTS PJOK KELAS 10

 1. Start renang gaya bebas dilakukan dari atas kolam renang, bagian tubuh yang pertama kali masuk kedalam air setelah start adalah….

2. Yang tidak termasuk bahaya-bahaya yang sering terjadi di kolam  renang pada saat berenang adalah ….

3. Gaya dada menyerupai cara berenang seekor binatang adalah gaya ….

4. Gaya renang yang paling ringan untuk menenpuh jarak yang jauh adalah gaya ….

5. Gaya renang yang paling mudah untuk pengambilan napas adalah renang gaya ….

6. Pukulan yang berperan sebagai awalan dimulainya permainan bola voli adalah ….

7. Satu regu dalam permainan bola voli berjumlah ….

8. Teknik memasukan bola kedalam keranjang yang didahului dengan melangkah dua atau tiga langkah di sebut tehnik ….

9. Bentuk operan yang dilakukan dengan kedua tangan dari dada dan terlebih dahulu bola dipantulkan kelantai di sebut operan …

10. Menembak bola kedalam keranjang disebut ….

11. Lamanya permainan bola basket adalah ….

12. Start yang digunakan untuk lari jarah pendek adalah ….

13. Posisi star pelari pertama pada pelari estapet menggunakan tsart ….

14. menerima tongkat pada saat lari estapet dapat dilakukan dengan cara ….

15. Pada saat melakukan sikap lilin , posisi kaki yang betul harus ….

16. Rol depan merupakan senam lantai untuk melatih kelenturan, hal yang paling penting pada saat melakukan rol depan adalah posisi dagu harus ….

17. Tujuan melakukan gerakan tipu permainan sepak bola adalah ….

18. Yang tidak termasuk teknik penjaga gawang dalam menangkap bola permainan sepak bola adalah …

19. Organisasi yang membawahi permainan sepak bola adalah….

20. Lama waktu permainan sepak bola senior adalah …. 

21. Memukul bola dengan sekeras-kerasnya dari atas jaring dalam permainan bola voli disebut ….

22. Suatu pertandingan bola voli dimenangkan oleh regu yang terlebih dahulu mendapatkan poin sebanyak ….

23. panjang lintasan untuk melakukan awalan lompat jauh tidak kurang dari ….

24. Kaki yang digunakan pada saat akan melakukan tolakan lompat jauh adalah …

25. Gerakan latihan sit-up digunakan untuk melatih otot ….

26. Lari zigzag merupakan lari untuk melatih ….

27. Power adalah perpaduan antara unsur ….

28. Keadaan kaki saat melakukan berdiri tangan (handstantd) adalah ….

29. Keadaan kedua tangan saat melakukan berdiri tangan (handstand) sebaiknya ….


CONTO SOAL PJOK KELAS 10 SEMESTER 2

 SOAL UTS KELAS 10 SEMESTER 2 2022

1. Tujuan melakukan gerakan tipu permainan sepak bola adalah ….

a. Melampaui/melewati lawan

b. Menunjukan teknik yang indah

c. Melakukan gerakan tampa bola

d. Melakukan pergerakan dengan bola

e. Memperagakan teknik tingkat tinggi

2. Yang tidak termasuk teknik penjaga gawang dalam permainan sepak bola adalah …

a. Menangkap bola bergulir di tanah

b. Menendang bola bergulir di tanah

c. Menangkap bola setinggi perut

d. Mentip bola tinggi melalui atas gawang

e. Menangkap bola setinggi dada

3. Organisasi yang membawahi permainan sepak bola adalah….

a. PSSI

b. IPSI

c. IBV

d. PBVSI

e. PERBASI

4. Lama waktu permainan sepak bola senior adalah …. 

a. 2 X 45 menit dengan waktu istirahat 5 menit

b. 2 X 40 menit dengan waktu istirahat 10 menit

c. 2 X 45 menit dengan waktu istirahat 20 menit

d. 2 X 45 menit dengan waktu istirahat 15 menit

e. 2 X 40 menit dengan waktu istirahat 15 menit

5. Memukul bola dengan sekeras-kerasnya dari atas jaring dalam permainan bola voli disebut ….

a. Smes

b. Spike

c. Servis

d. Block

e. Jumping

6. Suatu pertandingan bola voli dimenangkan oleh regu yang terlebih dahulu mendapatkan poin sebanyak ….

a. 15 poin

b. 20 poin

c. 21 poin 

d. 25 poin

e. 30 poin

7. Pukulan yang berperan sebagai awalan dimulainya permainan bola voli adalah ….

a. Smes

b. Spike

c. Servis

d. Block

e. Jumping

8. Satu regu dalam permainan bola voli berjumlah ….

a. 5 orang

b. 6 orang

c. 8 orang

d. 10 orang

e. 12 orang

9. Teknik menembak yang didahului dengan melangkah dua atau tiga langkah di sebut tehnik ….

a. Tembakan satu tangan di atas kepala

b. Tembakan lay-up

c. Tembakan meloncat dengan dua tangan 

d. Tembakan kaitan

e. Tembakan dari samping

10. Bentuk operan yang dilakukan dengan kedua tangan dari dada dan terlebih dahulu bola dipantulkan kelantai di sebut operan …

a. Shooting

b. Dribbling

c. Lay-up

d. Bounce pass

e. Chest pass

11. Menembak bola kedalam keranjang disebut ….

a. Shooting

b. Dribbling

c. Lay-up

d. Jumping

e. Pivot

12. Lamanya permainan bola basket adalah ….

a. 2 x10 menit

b. 2 x15 menit

c. 2x 20 menit

d. 2x 25 menit

e. 4 x 20 menit

13. Start yang digunakan untuk lari jarah pendek adalah ….

a. Start jongkok

b. Start berdiri

c. Start melayang

d. Start duduk

e. a,b,c dan d benar

14. Posisi star pelari pertama pada pelari estapet menggunakan tsart ….

a. Start jongkok

b. Start berdiri

c. Start melayang

d. Start duduk

e. a,b,c dan d benar

15. menerima tongkat pada saat lari estapet dapat dilakukan dengan cara ….

a. Melihat pelari yang akan memberikan tongkat estapet

b. Tidak melihat pelari yang akan memberikan tongkat estapet

c. Melihat dan tidak melihat pelari yang akan memberikan tongkat estapet

d. Dengan posisi star jongkok

e. Terserah pelari si penerima tongkat 

16. Pada saat melakukan sikap lilin , posisi kaki yang betul harus ….

a. Lurus ke atas

b. Condong ke depan

c. Membuka 

d. Rapat dengan kepala

e. Ke dua kaki rapat dan lurus ke atas

17. Rol depan merupakan senam lantai untuk melatih kelenturan, hal yang paling penting pada saat melakukan rol depan adalah posisi dagu harus ….

a. Tengadah

b. rilek

c. Rapat dengan dada

d. Lurus

e. tergantung kemauan atlet

18. panjang lintasan untuk melakukan awalan lompat jauh tidak kurang dari ….

a. 25 meter

b. 30 meter

c. 35 meter

d. 40 meter

e. 45 mete

19. Kaki yang digunakan pada saat akan melakukan tolakan lompat jauh adalah …

a. Kedua kaki

b. Kaki sebelah kanan 

c. Kaki sebelah kiri

d. Salah satu kaki yang terkuat

e. Jawaban a,b,c dan d betul

20. Tujuan utama latihan kebugaran jasmani adalah ….

a. Meningkatkan daya tahan tubuh

b. Meningkatkan kelenturan persendian 

c. Meningkatkan kekuatan otot

d. Meningkatkan kecepatan

e. Mempertahankan dan menyelaraskan kondisi tubuh dalam kehidupan sehari-hari

21. Gerakan latihan sit-up digunakan untuk melatih otot ….

a. Kaki

b. Tangan

c. Perut

d. Pinggul

e. Punggung

22. Lari zigzag merupakan lari untuk melatih ….

a. Kekuatan kaki

b. Kecepatan kaki

c. Kelincahanan kaki

d. Kelenturan kaki

e. Daya tahan kaki

23. Power adalah perpaduan antara unsur ….

a. Kelenturan dan kekuatan

b. Kekuatan dan kecepatan

c. Kecepatan dan kelincahan

d. Kelincahan dan daya tahan

e. Kelenturan, kecepatan dan daya tahan

24. Keadaan kaki saat melakukan berdiri tangan (handstantd) adalah ….

a. Rapat di atas

b. Lurus di atas

c. Terbuka di atas

d. Rapat dan lurus ke atas

e. Rapat terbuka di atas

25. Keadaan kedua tangan saat melakukan berdiri tangan (handstand) sebaiknya ….

a. Harus lurus

b. Sedikit ditekuk

c. Dibuka lebar

d. Disilangkan

e. Dirapatkan

26. Start renang gaya bebas dilakukan dari atas kolam renang, bagian tubuh yang pertama kali masuk kedalam air setelah start adalah….

a. Kepala

b. Salah satu tangan

c. Kedua belah tangan

d. Perut

e. Kaki

27. Yang tidak termasuk bahaya-bahaya yang sering terjadi di kolam  renang pada saat berenang adalah ….

a. Kejang otot

b. Kejang perut

c. Sulit bernapas

d. Panik / gugup

e. Ombak

28. Gaya bebas menyerupai cara berenang seekor binatang adalah gaya ….

a. Lumba-lumba

b. Katak 

c. Anjing

d. Monyet

e. Kupu-kupu

29. Gaya renang yang paling ringan untuk menenpuh jarak yang jauh adalah gaya ….

a. Dada

b. Punggung

c. Bebas

d. Kupu-kupu

e. Dolpin 

30. Gaya renang yang paling mudah untuk pengambilan napas adalah renang gaya ….

a. Dada

b. Punggung

c. Bebas

d. Kupu-kupu

e. Dolpin 


RANGKUMAN MATERI PJOK SMK KELAS 11 SEMESTER 1

 BAB I AKTIVITAS PERMAINAN BOLA BESAR A. SEPAK BOLA 1. Sejarah Singkat   Permainan sepak bola berasal dari negara Inggris. Pada tanggal 26...